Pengantara Yang Sejati

 


Pengantara Yang Sejati 

(Ibrani 9 ayat 1 sampai 15)


Pengantara adalah perantara atau penengah antara dua belah pihak. Sejak zaman Perjanjian Lama hal itu telah terjadi. Antara bangsa Israel dengan Allah, ada pengantara yaitu imam besar di bait Allah. Tetapi sesungguhnya hal ini tetap memiliki kekurangan yang menuntut kesempurnaan. Sebab imam besar yang menengahi antara bangsa Israel dengan Allah adalah mereka yang memiliki kekurangan yang juga membutuhkan persembahan yang tak bercela. Hal itu jelas diungkapkan di pasal-pasal sebelumnya. Dan di perikop ini kembali dijelaskan bagaimana proses perjanjian yang pertama dan aturan-aturan untuk ibadah atau antara ruang Kudus dan ruang Maha Kudus. Kemudian di ayat 11 dikatakan bahwa Kristus datang sebagai Imam Besar yang telah membawa darah-Nya sendiri sebagai tebusan bagi Allah atas keberdosaan manusia, dan di ayat 15 Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru. Ialah Pengantara yang sejati. 

Darah Kristus menjadi persembahan yang tak bercacat yang akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. Inilah pengantara yang menyempurnakan perjanjian yang baru yang memberi Pengharapan yang kekal. Tidak sebatas lahiriah saja, melainkan sampai kepada jiwa kita. Lahiriah tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu yang memuaskan. Tetapi batin yang memberikan sebuah rasa yang dapat membuat kita merasakan puas. Titik inilah perjanjian yang sempurna melalui Pengantara yang sejati.

Ditengah badai kehidupan ini mungkin kita sulit mengatakan atau mengambil keputusan bersandar kepada Yesus. Tetapi sesungguhnya itulah kekuatan yang sungguh untuk kita dapat bertahan dalam goncangan kehidupan yang hebat ini. Oleh Dia kita mendapat bagian kekal yang telah dijanjikan, karena Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama kita di dalam dosa. Kebahagiaan ini didapatkan mereka yang percaya kepada-Nya.

Masihkah saudara ragu akan janji yang diberikan Pengantara yang sejati ini? Bukankah apa yang dikatakan-Nya adalah sebuah kebenaran dan kepastian? Pahamilah, sampai saat ini, Dia menanti saudara untuk berbalik dan percaya kepada-Nya. Dapatkanlah kehidupan di dalam Pengantara yang sejati. (RKS)


0 Response to " Pengantara Yang Sejati "

Post a Comment

Silahkan komentar dengan bijak ya guys

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel